Update

8/recent/ticker-posts

Diduga Angin Duduk, Supir Truk Ditemukan Meninggal di Jok Depan Terparkir di Jalan Tiga Ras

Diduga Angin Duduk, Supir Truk Ditemukan Meninggal di Jok Depan Terparkir di Jalan Tiga Ras

KORANKITA.ID [SIMALUNGUN-SUMUT] - Warga Kampung Pinus Dusun Batu Marandor Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, digemparkan penemuan seorang supir meninggal di dalam jok depan truk yang terparkir di pinggir jalan, pada Rabu malam, (25/3/2026) malam sekira pukul 19.30 WIB.

Supir itu diketahui bernama Fanhoten Tampubolon (31) warga Dusun Panglong Nagori Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada Kamis, (26/3/2026) pagi. 

Kasi Humas menjelaskan, awalnya Pangulu Nagori Tigaras melaporkan adanya seorang laki-laki meninggal dalam keadaan tertidur di dalam jok depan truk BK 8685 TS yang sedang parkir di pinggir jalan Tigaras, Kampung Pinus, Dusun Batu Marandor. 

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi, S.H bersama anggota langsung bergerak cepat turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban posisi tidur memakai bantal dengan kepala mengarah ke pintu sebelah kiri. Baju korban dalam kondisi dilepas, hanya mengenakan kaos kutang yang disingsingkan ke atas, sandal dilepas dan tersusun rapi.

Di atas jok, di samping perut korban, ditemukan balsem otot merek Geliga dalam keadaan terbuka yang mengindikasikan korban sempat merasakan keluhan fisik sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

Setelah mengecek kondisi korban, Kapolsek langsung menghubungi pihak keluarga korban serta petugas Puskesmas Dolok Pardamean guna melakukan pemeriksaan luar jenazah untuk kepentingan Visum Et Repertum (VER) yang hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sesuak keterangan keluarga korban bahwa pada hari Selasa, (24/3/2026) siang sekira pukul 12.00 WIB, korban seorang diri membawa truk bermuatan pakan ikan tiba di Dusun Panglong dari arah Medan. Keesokan harinya, Rabu (25/3/2026) pagi sekira pukul 06.00 WIB, korban berangkat menuju PT. Toba Suri Mie di Tamburea, Kecamatan Pamatang Sidamanik untuk membongkar muatannya dan tidak pernah kembali pulang.

Pihak keluarga korban menyatakan dapat menerima korban meninggal tidak disebabkan kekerasan melainkan sakit dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi karena korban kerap mengeluhkan sakit perut sebelumnya.

Adanya surat pernyataan keluarga tersebut Kapolsek menyerahkan jenajah korban kepada keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Panglong Nagori Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean.

"Penyebab korba  meninggal diduga saslkit angin duduk duduk yang dikuatkan pengakuan keluarga yang menyatakan korban sering mengeluh sakit perut. Jenajah korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dikuburkan," Pungkas AKP Verry Purba.||01-Sml

Posting Komentar

0 Komentar