KORANKITA.ID [SIMALUNGUN-SUMUT] - Bencana alam angin putih menerjang Nagori Karang Anyer Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun, Senin malam (30/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Puluhan rumah warga termasuk sekolah rusak dan pohon tumbang serta satu warga mengalami luka berat tertimpa material bangunan.
Kapolsek Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, menjelaskan peristiwa itu diawali hujan deras yang disertai angin kencang. Dalam waktu singkat, angin berputar dengan kecepatan tinggi menerjang permukiman warga dan mengakibatkan sejumlah atap rumah beterbangan.
“Kejadian bermula saat hujan deras turun disertai angin kencang. Angin kemudian berputar dan menyebabkan beberapa atap rumah warga rusak serta pohon tumbang di sejumlah titik,” ujarnya.
Kapolsek menambahkan sesuai data sementara yang dihimpun di lapangan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, satu orang warga dilaporkan mengalami luka berat akibat tertimpa material bangunan saat angin puting beliung menerjang.
Kemudian sekitar 39 unit rumah warga mengalami kerusakan berat, sedangkan 42 unit rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain itu, satu unit sekolah juga terdampak, serta terdapat lima titik pohon tumbang di wilayah nagori tersebut.
“Korban jiwa nihil, namun ada satu warga yang mengalami luka berat. Untuk kerusakan, ada 39 rumah rusak berat, 42 rumah rusak ringan, satu unit sekolah terdampak, serta lima titik pohon tumbang,” ucap AKP Hengky.
Dalam penanganan pascabencana, personel Polsek Bangun langsung mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian lalu pendataan terhadap korban dan kerusakan rumah warga untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Bhabinkamtibmas turut berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah nagori, petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan Satpol PP agar proses penanganan berjalan cepat dan terarah.
Tidak hanya pendataan, aparat kepolisian bersama warga juga turun langsung membantu proses evakuasi dan pembersihan. Pohon-pohon tumbang yang menutup jalan dipotong dan dipindahkan secara gotong royong agar akses masyarakat dapat kembali normal.
Di sela-sela kegiatan, warga juga diberikan imbauan agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem susulan. Mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan disertai angin kencang, masyarakat diminta segera mencari tempat aman apabila kembali terjadi tanda-tanda angin puting beliung.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor apabila ada kondisi darurat. Polsek Bangun akan terus hadir membantu masyarakat,” Pungkas Kapolsek Bangun.
Hingga Selasa siang, situasi di lokasi bencana dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Warga bersama aparat masih terus melakukan pembersihan serta perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung di Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.||01-Sml
0 Komentar