Teks photo : Kepala Forensik dr Reinhard JD Hutahean SH. SP.F bersama Tim saat periksa jenajah korban diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih
KORANKITA.ID [SIANTAR-SUMUT] - Seorang pekerja jualan sepatu bekas atau monza inisial ES (26) warga Jalan Ismail LK VI, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai Ditemukan meninggal gantung diri disamping rumah Majikannya inisial HHS (45) yang terletak di Jalan Cendana Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara Kota Siantar, Minggu (3/5/2026) pagi sekira pukul 10.45 Wib.
Informasi dihimpun, awalnya pagi itu Majikannya HHS memanggil korban sambil membuka pintu rumah tempat tinggal korban sekaligus dijadikan gudang barang dagangan sepatu Monza tepat disamping rumahnya mengajak korban makan, namun setelah pintu dibuka saksi HHS terkejut melihat korban sudah meninggal tergantung di pintu kamar tersebut.
Selanjutnya HHS memanggil saksi RRS (33) untuk melihat korban. Lalu HHS dan saksi JS (70) pergi melaporkan kejadian ke Mako Polseķ Sianțar Utara Polres Pematangsiantar. Tak berapa lama personil piket Polseķ Siantar Utara bersama Tim Inafis langsung respon cepat lakukan pengecekan.
Setiba di TKP, para personil menemukan korban masih kondisi gantung diri dengan leher terikat tali sepatu warna putih dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Di TKP juga ditemukan barang bukti 1 unit Handphone (HP) Merk Vivo dan 1 buah tas sandang milik korban berisi KTP milik korban.
Setelah Tim Inafis selesai melakukan olah TKP, Kanit Intelkam IPDA Rudi Nasution SH bersama personil evakuasi jenajah korban ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Sementara Kapolsek Sianțar Utara AKP Jahrona Sinaga SH dikonfirmasi mengatakan dari hasil olah TKP pihaknya tidak menemukan tanda tanda mencurigakan dan juga tidak menemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban.
Hanya saja jenajah korban masih dititipkan diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih karena pihaknya masih berusaha menghubungi pihak keluarga korban.
"Tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban dan jenajah korban masih dititip diruangan jenajah karena masih berusaha menghubungi pihak keluarga korban," Kata AKP Jahrona.
"Ribut di Telepon dan Bantingkan HP
Majikan korban HHS ditemui diruangan jenajah mengatakan korban baru 3 bulan pekerja dengannya berdagang sepatu Monza di Pasar Horas Kota Pematangsiantar.
Selama bekerja korban dibuatnya tinggal dirumah sebelah rumahnya yang juga dijadikan gudang penyimpanan sepatu Monza.
Pada Minggu (3/5/2026) dini hari sekira pukul 01.00 Wib dan setiba di rumah usai berdagang korban menyuruhnya untuk mengunci pintu dari luar rumah.
Lebih lanjut HHS menegaskan tidak mengetahui apa masalah korban karena korban tidak pernah bercerita kepadanya. Namun sehari sebelumnya, Sabtu (2/5/2026) malam sekira pukul 23.00 Wib saat berjualan ada mendengar korban ribut pada teleponan melalui Handphone (HP) milik korban dan korban membantingkan HP nya tapi tidak diketahuinya dengan siapa korban berteleponan.||01-Str
0 Komentar