KORANKITA.ID [SIANTAR-SUMUT] - Satu malam dititip diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Sianțar, jasad pria asal Jakarta Selatan (Jaksel) Bima Rizky Setiaji alias Bima (30) akhirnya dijemput Ayah kandungnya Rahmad Setiawan (56), Kamis (11/6/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB.
Rahmad Setiawan tiba di ruangan jenajah pada sore harinya sekira pukul 15.00 Wib. Saat itu Rahmad meminta bantuan kepada personil Polseķ Sianțar Barat dipertemukan dengan pacar korban bernama Inge Napitupulu (44) karena ada perkataan Inge Napitupulu kepada kakak korban bernama Ilham akan membantu biaya kepulangan jenajah korban.
Pada sore harinya Rahmad dan Inge pun dipertemukan disalah satu cafe di Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat Kota Sianțar. Kemudian atas kesepakatan keluarga, Rahmad membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenajah korban.
Malam harinya sekira pukul 21.00 Wib Rahmad menerima jenajah korban dari pihak Polseķ Siantar Barat dan dibawa ke Kota Medan.
Rahmad Setiawan diruangan jenajah mengatakan korban anaknya yang ke dua dari tiga bersaudara. Korban juga sudah nikah dan punya 1 anak tapi korban dan istrinya sudah berpisah.
Namun masalah adanya hubungan pacaran korban dan Inge Napitupulu tersebut sama sekali tidak diketahuinya karena ditutup tutupi darinya bahkan juga keluarga tidak tahu korban pergi ke Kota Siantar.
"Yang tahu si Bima (korban-red) pacaran sama wanita itu (Inge Napitupulu) adalah kakaknya Ilham karena Ilham selalu menjemput setiap wanita itu datang ke Jakarta. Bima ke Sianțar ini juga cuman temannya di Pasar Minggu yang tahu karena temannya itu yang mengantarkan ke loket bus ALS," ucapnya.
"Tadi sore saya sudah ketemu wanita itu dan diberikan bantuan biaya kepulangan jenajah. Itu pun karena bantuan Pak Polisi yang mempertemukan," sambung Rahmad.
Lebih lanjut Rahmad mengatakan jenajah korban akan dibawanya ke Kota Medan selanjutnya akan dibantu komunitas mobil Avanza untuk kepulangan jenajah ke Jakarta. Tidak itu saja Komunitas mobil Avanza itu juga membantunya selama di Siantar termasuk sediakan mobil ambulans ke Medan karena Ilham kakak kandung korban masuk Komunitas mobil Avanza.
"Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Bapak Polisi Polsek Sianțar Barat dan Forensik RSUD dr Djasamen Saragih yang juga sudah banyak membantu mempermudah kepulangan jenajah anak saya ini," Pungkasnya.
Sementara sesuai pemberitaan sebelumnya, korban datang ke Kota Pematangsiantar naik bus ALS untuk menemui pacarnya IN dan sudah 2 hari menginap di Kamar No. 201 Lantai II Omasare Kos Jalan Sipirok. Namun pada Rabu (10/6/2026) sore sekira pukul 10.00 Wib IN menemukan korban sudah meninggal gantung diri menggunakan seprai tempat tidur yang diikat di ventilasi kamar mandi kamar No. 201 Lantai II tersebut setelah meminta penjaga kos membuka paksa jendela pintu kamar karena pintu kamar terkunci dan korban tidak bisa dihubunginya.
Menerima informasi Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho SH. MH bersama personil piket, Pamapta Polres Siantar IPDA Putra Sormin dan Tim Inafis datang ke TKP. Setelah olah TKP, Tim BPBD Kota Siantar membantu evakuasi jenajah Bima keruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih untuk visum.
Kenekatan korban nekat gantung diri diduga karena masalah hubungan asmara dengan pacarnya IN tersebut.||01-Str
0 Komentar